Heboh! Yoyok Riyo Sudibyo DPR Beri Nilai “Merah” Kinerja Menpar Widiyanti, Banyak Bolongnya!
Anggota DPR Yoyok Riyo Sudibyo menilai kinerja Menteri Pariwisata Widiyanti “merah”, menyebut banyak program dan janji belum terealisasi.
Kinerja Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, kembali menjadi sorotan tajam di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Kali ini, kritik keras datang dari Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, yang secara terang-terangan memberikan nilai 50 dari 100 untuk kinerja Widiyanti. Penilaian ini memicu perdebatan sengit tentang efektivitas kebijakan pariwisata nasional.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Elit Senayan.
Penilaian Rendah Untuk Kinerja Menteri Pariwisata
Yoyok Riyo Sudibyo, Anggota Komisi VII DPR RI, memberikan nilai 50 dari 100 atas kinerja Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Penilaian ini disampaikan dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI pada Rabu, 4 Februari 2026. Angka tersebut menunjukkan ketidakpuasan Yoyok terhadap capaian kementerian.
Menurut Yoyok, kebijakan pariwisata yang berjalan saat ini belum berfungsi optimal sebagai mesin ekonomi nasional. Padahal, sektor pariwisata selalu digadang-gadang sebagai salah satu penyumbang devisa negara terbesar dan sumber penyerapan tenaga kerja yang signifikan.
“Kalau saya boleh menilai 100, nilai secara ujian benar semua kan 100, saya menilai Ibu masih 50,” kata Yoyok di hadapan Widiyanti. Pernyataan ini menjadi penekanan atas kekecewaannya terhadap arah dan implementasi kebijakan yang ada.
Kebijakan Pariwisata Dinilai “Banyak Bolongnya”
Yoyok Riyo Sudibyo menyoroti bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Menteri Pariwisata pada tahun sebelumnya masih memiliki banyak celah dan kekurangan. Ia berharap, pada tahun 2026, kebijakan yang diambil akan lebih fokus pada penggerak ekonomi, bukan hanya bersifat seremonial.
“Kebijakan-kebijakan yang Ibu ambil tahun kemarin, itu kan masih banyak celah dan bolongnya, Bu,” ujar Yoyok. Kritik ini menunjukkan perlunya perbaikan mendasar dalam strategi kementerian untuk memaksimalkan potensi pariwisata.
Yoyok menegaskan bahwa kebijakan pariwisata seharusnya difokuskan untuk menggerakkan roda ekonomi secara langsung di lapisan masyarakat paling bawah. Ia tidak ingin pencapaian kementerian hanya berhenti pada hal-hal yang bersifat seremonial dan kurang berdampak nyata.
Baca Juga: Rentetan Longsor Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Perkuat Mitigasi
Anggaran Harus Sampai ke Pelaku Wisata Bawah
Anggota DPR tersebut juga menekankan bahwa penggunaan anggaran Kementerian Pariwisata harus benar-benar dirasakan oleh para pelaku sektor wisata di tingkat bawah. Ini termasuk pengelola destinasi, usaha kecil menengah (UKM), hingga masyarakat desa yang bergantung pada pariwisata.
Yoyok khawatir anggaran justru lebih banyak terserap untuk kegiatan internal kementerian atau seminar-seminar besar yang kurang berdampak langsung. “Jangan sampai malah habis anggaran yang digunakan ke dalam kementerian Ibu sendiri atau bahkan yang paling tinggi levelnya, misalkan ada seminar sana-seminar sini,” tegasnya.
Ia mengingatkan Kementerian Pariwisata agar tidak bergeser peran hanya sebagai penyelenggara acara tingkat nasional. Banyak destinasi wisata milik pemerintah daerah dan desa wisata yang tidak berkembang, meskipun pembangunan mereka dibiayai oleh anggaran negara, hal ini menjadi perhatian serius.
Sorotan Sebelumnya Dan Tantangan Mendatang
Sebelumnya, Menteri Pariwisata Widiyanti juga sempat menjadi sorotan saat rapat DPR karena lebih banyak menjelaskan prestasi dirinya daripada kinerja kementerian. Insiden ini menambah daftar kritik terhadap kepemimpinan Widiyanti.
Ketua Komisi DPR juga sempat mengingatkan Widiyanti agar tidak menjadikan jabatan menteri hanya sebagai ajang pamer penghargaan. Kritik ini menyoroti fokus kementerian yang dinilai kurang tepat sasaran dalam menghadapi tantangan sektor pariwisata.
Menteri Widiyanti Putri Wardhana kini menghadapi tantangan besar untuk membuktikan bahwa kementeriannya mampu membuat kebijakan yang lebih berdampak. Evaluasi dan perbaikan strategi sangat diperlukan untuk menjawab kritik dan memaksimalkan potensi pariwisata nasional.
Jangan lewatkan update berita seputaran Elit Senayan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari emedia.dpr.go.id
- Gambar Kedua dari nusantaraterkini.co