14 Ton Beras dari Pemkab dan DPRD Tiba Tepat Waktu Untuk Warga
Pemkab dan DPRD Serang menyalurkan 14 ton beras bagi warga terdampak banjir di sejumlah kecamatan bantuan tepat waktu ini membantu 350 Kepala Keluarga.
Distribusi dilakukan secara merata dengan melibatkan aparat desa dan relawan, sekaligus menjadi langkah awal pemulihan pasca-banjir. Program ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan bantuan cepat, tepat sasaran, dan mendukung ketahanan pangan masyarakat terdampak bencana. Berikut ini Elit Senayan akan mengupas tuntas berita terbaru dan menarik lainnya.
Bantuan 14 Ton Beras Untuk Warga Terdampak Banjir Serang
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang bersama DPRD setempat menyalurkan bantuan 14 ton beras bagi warga yang terdampak banjir di sejumlah kecamatan, Jumat (31/1/2026). Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pasca-banjir yang melanda wilayah Serang beberapa hari terakhir akibat hujan deras.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Serang, Andi Prasetyo, mengatakan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara merata ke desa-desa terdampak. “Kami prioritaskan keluarga yang rumahnya terendam paling parah dan membutuhkan bantuan pangan segera,” ujarnya.
Penyaluran bantuan dilakukan di kantor kecamatan dan balai desa, melibatkan aparat desa, relawan, serta petugas BPBD. Setiap keluarga menerima beras sesuai jumlah anggota keluarga, guna memastikan kebutuhan pangan dasar terpenuhi.
Dampak Banjir dan Kondisi Korban
Banjir yang melanda Kabupaten Serang terjadi sejak Selasa malam (28/1/2026), menggenangi puluhan rumah warga hingga setinggi 60–90 cm. Selain rumah, lahan pertanian dan jalan desa juga terdampak, sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga terganggu.
Menurut data BPBD, sekitar 350 Kepala Keluarga terdampak langsung, dengan sebagian warga memilih mengungsi sementara ke tempat lebih aman. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan, terutama dalam hal kebutuhan pangan dan kesehatan.
Kepala Desa Cipanas, Rina Wulandari, menjelaskan bahwa sebagian warga sempat kesulitan mendapatkan beras dan bahan pokok karena akses jalan tertutup banjir. “Bantuan beras dari Pemkab dan DPRD sangat membantu warga agar tetap bisa memenuhi kebutuhan harian,” katanya.
Baca Juga: Anggota DPR Tegaskan Ekologi Fondasi Kebijakan Pemulihan Bencana
Kerja Sama Strategis Pemkab dan DPRD Serang
Bantuan 14 ton beras ini merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Serang, DPRD, serta beberapa instansi terkait. Selain distribusi beras, Pemkab juga menyalurkan bantuan air bersih, obat-obatan, dan selimut kepada warga terdampak.
Bupati Serang, H. Rahmat Hidayat, menegaskan bahwa kerja sama dengan DPRD menjadi kunci efektivitas penyaluran bantuan. “Kami ingin memastikan bantuan sampai langsung ke tangan warga, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.
DPRD Serang melalui Ketua Komisi II, Siti Mariyah, menambahkan bahwa pihak legislatif terus memantau proses distribusi bantuan. “Kami hadir untuk memastikan bantuan berjalan transparan, serta mendengar keluhan warga agar solusi cepat dapat diberikan,” katanya.
Langkah Pemulihan dan Mitigasi Banjir
Selain penyaluran bantuan, Pemkab Serang tengah menyiapkan program jangka panjang untuk mencegah banjir susulan. Dinas Pekerjaan Umum meninjau kondisi sungai, saluran air, dan drainase yang tersumbat oleh sampah.
BPBD Kabupaten Serang juga mengedukasi warga terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana. Program mitigasi termasuk pemasangan papan peringatan di titik rawan, latihan evakuasi, dan koordinasi dengan relawan desa untuk tanggap darurat.
Andi Prasetyo menekankan bahwa bantuan beras hanyalah langkah awal. “Pemulihan membutuhkan kerja sama semua pihak: pemerintah, DPRD, dan warga. Dengan mitigasi dan edukasi yang tepat, kami harap kerugian akibat banjir dapat diminimalkan di masa depan,” ujarnya menutup.
Jangan lewatkan update berita seputaran Elit Senayan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari faktabanten.co.id