DPR Sentil OJK! Keuangan Digital Melejit, Tapi Ekonomi Rakyat Kok Masih Begini?
DPR menyoroti lonjakan keuangan digital, mempertanyakan mengapa ekonomi rakyat belum merasakan manfaatnya, memicu perdebatan serius dengan OJK.
DPR RI menyoroti kesenjangan antara pesatnya pertumbuhan keuangan digital dengan kondisi ekonomi rakyat yang masih menghadapi tantangan. Anggota DPR mendesak OJK lebih aktif mendorong ekonomi masyarakat agar manfaat digitalisasi dirasakan semua lapisan. Perdebatan ini muncul dalam Rapat Kerja membahas masa depan ekonomi digital Indonesia.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Elit Senayan.
DPR Desak OJK Dorong Ekonomi Rakyat
Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan, mendesak OJK lebih proaktif mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. Desakan ini bertujuan mencegah kesenjangan ekonomi di tengah pesatnya perkembangan keuangan digital, menunjukkan keprihatinan DPR terhadap dampak digitalisasi yang tidak merata.
Pernyataan Marwan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR bersama Ketua Dewan Komisioner OJK dan Kepala Eksekutif Bidang Inovasi Teknologi. Pertemuan penting ini berlangsung di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 21 Januari 2026. Forum ini menjadi wadah untuk mengevaluasi peran OJK dan merumuskan strategi ke depan.
Marwan menekankan bahwa pertumbuhan pesat sektor keuangan digital tidak boleh membuat ekonomi masyarakat umum berjalan di tempat. OJK diharapkan fokus pada kesejahteraan masyarakat luas, memastikan digitalisasi bukan hanya dinikmati segelintir pihak. Hal ini penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dinamika Keuangan Digital Dan Tantangan Ekonomi Rakyat
Marwan Cik Asan mengapresiasi pertumbuhan signifikan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) pada tahun 2025. Data menunjukkan aset penyelenggara ITSK tumbuh Rp652 miliar, dengan jumlah pengguna mencapai 16,4 juta. Nilai transaksi kripto juga fantastis, mencapai Rp482 triliun dengan 20,19 juta konsumen.
Namun, di balik pesatnya pertumbuhan ini, Marwan menyoroti kondisi ekonomi rakyat yang masih menghadapi tantangan serius. Angka pengangguran di Indonesia masih di atas 7 juta jiwa, dengan sekitar 30 juta masyarakat bekerja tidak penuh waktu. Lebih dari 55 persen tenaga kerja Indonesia bahkan berada di sektor informal.
Situasi ini menunjukkan ketidakseimbangan yang mencolok antara kemajuan IAKD dan kondisi riil ekonomi masyarakat. Pertumbuhan keuangan digital yang tidak diiringi peningkatan kesejahteraan rakyat dianggap tidak menarik. Kontribusi IAKD harus terasa nyata bagi peningkatan taraf hidup masyarakat.
Baca Juga: Korupsi Dana BOS, Eks Bendahara SMKN 1 Pancur Batu Hadapi Hukum
OJK Diminta Fokus Ciptakan Lapangan Kerja Dan UMKM
Menyikapi ketidakseimbangan tersebut, Marwan mendesak OJK untuk mengarahkan program, rencana, target, dan indikator kerja yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan pekerjaan di sektor riil. Fokus ini krusial untuk pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas. OJK harus menjadi motor penggerak.
Marwan berharap pertumbuhan tinggi IAKD dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas lapangan pekerjaan baru. Selain itu, diharapkan juga dapat menghidupkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. UMKM merupakan tulang punggung ekonomi rakyat yang perlu didukung digitalisasi.
OJK perlu memastikan bahwa pesatnya pertumbuhan industri keuangan digital ini juga diiringi dengan kontribusi yang secepatnya terhadap perekonomian masyarakat secara keseluruhan. Digitalisasi harus menjadi alat untuk memajukan ekonomi rakyat, bukan malah memperlebar jurang kesenjangan.
Sinergi Keuangan Digital Untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Marwan menegaskan bahwa kerangka kerja untuk mengarahkan IAKD agar sejalan dengan visi pertumbuhan ekonomi sudah tersedia. Kini, tinggal bagaimana OJK mengimplementasikan strategi yang tepat dan konkret. OJK diharapkan dapat menerjemahkan kerangka ini menjadi program-program yang berdampak langsung.
Sinergi antara inovasi teknologi sektor keuangan dan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat menjadi kunci utama keberhasilan. Hal ini akan memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya dinikmati segelintir pihak, melainkan mampu mengangkat harkat dan martabat seluruh masyarakat Indonesia.
OJK memiliki peran strategis untuk menjembatani kesenjangan antara pesatnya inovasi keuangan digital dan kebutuhan mendesak akan peningkatan ekonomi rakyat. Ini adalah tugas penting yang harus diemban OJK demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Jangan lewatkan update berita seputaran Elit Senayan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari merdeka.com
- Gambar Kedua dari cnbcindonesia.com