DPR Desak Polisi Tangkap Semua Pelaku Penganiayaan Nenek Saudah
Anggota DPR dari Komisi III, Rina Hartati, mendesak polisi untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap Nenek Saudah.
DPR menekankan kemungkinan adanya pelaku lain di balik tindakan brutal yang sempat viral di media sosial ini. Polisi diminta menangkap semua pihak yang terlibat, memastikan keadilan bagi korban lansia. Sementara itu, tim penyidik terus menganalisis bukti, saksi, dan rekaman CCTV untuk mengungkap seluruh alur kasus dan menangkap pelaku lain. Berikut ini Elit Senayan akan mengupas tuntas berita terbaru dan menarik lainnya.
DPR Tekankan Polisi Usut Pelaku Lain Kasus Nenek Saudah
Anggota DPR dari Komisi III, Rina Hartati, menegaskan bahwa polisi harus mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap Nenek Saudah. Rina menilai, penganiayaan ini sulit dilakukan oleh satu orang saja, sehingga kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat perlu segera diungkap.
Kasus ini sempat viral di media sosial karena rekaman penganiayaan menimbulkan kemarahan publik. Nenek Saudah, warga Desa Cendana, mengalami luka serius akibat penganiayaan yang dilakukan di rumahnya, dan kini sedang menjalani perawatan medis intensif.
Rina menambahkan, DPR akan terus memantau perkembangan kasus ini. “Kami menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus agar pelaku tidak hanya satu orang dan keadilan bagi korban dapat ditegakkan,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (3/2/2026).
Detik-Detik Penganiayaan Nenek Saudah
Kasus bermula ketika Nenek Saudah, 72 tahun, berada di rumahnya seorang diri pada Senin pagi (1/2/2026). Menurut keterangan saksi, tiba-tiba pelaku masuk dan melakukan penganiayaan secara brutal.
Kejadian ini segera dilaporkan ke pihak kepolisian setempat. Polisi kemudian datang ke lokasi dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi Nenek Saudah dilaporkan stabil namun masih memerlukan pemantauan intensif.
Selain itu, pihak kepolisian telah mengamankan pelaku pertama, namun dugaan keterlibatan orang lain belum terungkap. Polisi juga menemukan bukti awal berupa rekaman CCTV dan barang bukti yang kini sedang dianalisis lebih lanjut.
Baca Juga: Sidang Nadiem Memanas, Hakim Minta Jaksa Segera Tangkap Jurist Tan
Desakan Publik Untuk Keadilan
Kasus ini memicu reaksi keras dari masyarakat. Ribuan warganet menyuarakan dukungan kepada Nenek Saudah dan menuntut agar polisi menangkap semua pelaku yang terlibat. Aksi ini membuat kepolisian meningkatkan intensitas penyelidikan.
Selain masyarakat, sejumlah organisasi perlindungan lansia juga menyatakan keprihatinan. Mereka menekankan perlunya tindakan hukum tegas dan perlindungan ekstra bagi warga lanjut usia agar kasus serupa tidak terulang.
Tekanan publik ini menjadi perhatian DPR. Rina Hartati menyebut, kasus penganiayaan lansia harus menjadi perhatian serius negara. “Ini bukan sekadar kriminal biasa. Kasus ini menyentuh rasa kemanusiaan, dan pelaku lain harus diungkap,” tambah Rina.
Polisi Terus Dalami Kasus dan Lacak Pelaku Lain
Kapolres setempat, AKBP Dwi Santoso, menjelaskan bahwa tim penyidik terus bekerja mengumpulkan bukti. Penyidik menelusuri jejak pelaku melalui saksi, rekaman CCTV, hingga pemeriksaan forensik di lokasi kejadian.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk segera melapor. Semua petunjuk yang masuk akan dianalisis dan dapat menjadi kunci untuk menangkap pelaku lain yang terlibat.
Selain itu, pihak kepolisian berkoordinasi dengan unit kriminal khusus untuk mempercepat penyidikan. Dengan upaya ini, diharapkan semua pelaku penganiayaan Nenek Saudah bisa segera ditangkap dan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.
Jangan lewatkan update berita seputaran Elit Senayan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari nasional.kompas.com
- Gambar Kedua dari sumbar.antaranews.com