Sufmi Dasco Achmad Pimpin Koordinasi Satgas DPR, Pemulihan Sumatera Normal Sebelum Ramadhan
DPR bersama pemerintah bergerak cepat, dipimpin Sufmi Dasco Achmad, mempercepat pemulihan Sumatera pasca bencana sebelum Ramadhan.
Banjir dan longsor di Sumatera, termasuk Aceh, meninggalkan duka dan kerusakan. Namun harapan muncul. DPR bersama Pemerintah bergerak cepat, menargetkan roda pemerintahan dan kehidupan masyarakat terdampak kembali normal sebelum Ramadhan 2026. Ini menunjukkan komitmen serius mengembalikan senyum masyarakat.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Elit Senayan.
Komitmen Bersama, Target Pemulihan Sebelum Ramadhan
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Achmad menyampaikan target ambisius di Banda Aceh. Ia menegaskan Satgas Pemulihan Pascabencana DPR dan Satgas Rehabilitasi Pemerintah bertekad mengembalikan fungsi pemerintahan serta kehidupan sosial ekonomi masyarakat terdampak, dengan tujuan normal sebelum puasa Ramadhan.
Pernyataan ini muncul setelah rapat koordinasi antara Satgas DPR dan Satgas Pemerintah di Aceh, dihadiri Wakil Gubernur Fadhlullah. Rapat menyelaraskan strategi dan langkah konkret mempercepat pemulihan, dengan koordinasi kuat diharapkan mengakselerasi rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dalam rapat tersebut, Dasco mengungkapkan bahwa seluruh daerah yang terdampak bencana telah mulai mendapatkan penanganan secara bertahap. Ia optimis bahwa penanganan ini dapat dimaksimalkan dan diselesaikan sebelum Lebaran. Target ini menunjukkan adanya rencana kerja yang terstruktur dan terukur untuk mencapai pemulihan menyeluruh.
Satgas Percepatan, Mengawal Pemulihan Skala Nasional
Dasco meminta Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, diketuai Mendagri Tito Karnavian, mengimplementasikan penanganan skala nasional. Percepatan disesuaikan perkembangan setiap wilayah terdampak, dengan pendekatan komprehensif dan adaptif sebagai kunci keberhasilan.
Mulai saat ini, saya persilakan Pak Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera memimpin sampai bencana selesai,’ tegas Dasco. Penunjukan ini menunjukkan kepercayaan DPR terhadap kepemimpinan Mendagri dalam mengoordinasikan pemulihan di seluruh Sumatera.
Sementara itu, Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI akan fokus pada fungsi anggaran, regulasi, pengawasan, dan koordinasi. Mereka akan bekerja sama dengan Satgas Pemerintah serta seluruh lembaga dan kementerian terkait. Sinergi ini diharapkan memastikan program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan secara maksimal dan efektif.
Baca Juga: Satgas Galapana DPR Soroti Empat Krisis Penanganan Bencana Sumatra
Mesin Besar Pemulihan, Struktur Dan Anggota Satgas
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan bahwa tugas utama satgas yang dipimpinnya adalah mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera. Ini adalah mandat besar yang memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mewujudkan pemulihan yang cepat dan tepat sasaran.
Tim pengarah satgas ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Anggotanya meliputi seluruh menteri koordinator di Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Komposisi ini menunjukkan kekuatan dan komitmen pemerintah pusat.
Empat wakil mendampingi Mendagri sebagai ketua tim pelaksana: Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon, Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Komandan Korps Brimob Polri Komjen Ramdani Hidayat, dan Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani. ‘Ini memang mesin besar yang harus bergabung,’ ujar Tito, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Peta Jalan Dan Kategori Wilayah Terdampak
Pembentukan satgas ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Kepres) yang ditetapkan pada 8 Januari 2026. Setelah resmi terbentuk, satgas telah mengadakan setidaknya dua kali rapat koordinasi. Rapat-rapat ini bertujuan untuk mendiskusikan langkah-langkah ke depan dan memetakan secara detail kondisi wilayah-wilayah yang terdampak bencana.
Menurut Tito, satgas telah berhasil memetakan wilayah terdampak ke dalam tiga kategori utama: belum normal, mendekati normal, dan sudah normal. Kategorisasi ini sangat penting untuk merumuskan strategi penanganan yang berbeda dan spesifik untuk setiap kondisi. Pendekatan yang disesuaikan akan lebih efektif dalam mempercepat pemulihan.
Setiap kategori membutuhkan pendekatan strategi pemulihan yang berbeda, mulai dari bantuan darurat hingga rekonstruksi jangka panjang. Dengan pemetaan yang jelas ini, diharapkan upaya pemulihan dapat lebih terarah dan efisien, sehingga target normalisasi sebelum Ramadhan dapat tercapai.
Jangan lewatkan update berita seputaran Elit Senayan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari aceh.antaranews.com
- Gambar Kedua dari komparatif.id