DPR Dorong InJourney Bangun Smart Airport Dan Ekosistem Pariwisata Terintegrasi
Komisi VIII DPR RI mendorong InJourney mempercepat pembangunan smart airport untuk pariwisata terintegrasi dan berdaya saing.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Novita Hardini, meminta InJourney mendukung pengelolaan ekosistem pariwisata nasional. Ia menyoroti kesenjangan konektivitas serius dan menegaskan ekosistem pariwisata Indonesia masih terfragmentasi, padahal berpotensi menjadi pusat pariwisata global jika terintegrasi.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Elit Senayan.
Bandara Indonesia, Gerbang Pertama Yang Membingungkan
Novita Hardini menyoroti bandara sebagai “kesan pertama” bagi wisatawan asing di Indonesia. Ia mengkritik keras kereta bandara yang dinilai belum ramah, kurangnya informasi multibahasa, serta minimnya informasi tujuan berikutnya. Kondisi ini diperparah dengan belum optimalnya integrasi transportasi bandara dengan moda transportasi publik lain seperti TransJakarta, yang menciptakan kebingungan bagi turis.
Pengalaman yang membingungkan sejak kedatangan ini dapat menyebabkan Indonesia kehilangan daya saing sebagai destinasi wisata global. Jika gerbang utama saja sudah merepotkan, potensi wisatawan untuk menikmati dan menjelajahi lebih jauh akan menurun dr. InJourney diminta untuk segera memperbaiki fasilitas dan layanan di bandara.
Ironisnya, InJourney dinilai belum mampu mengoptimalkan potensi wisata di sekitar bandara. Banyak atraksi seperti factory outlet, pusat hiburan, dan wahana tematik yang seharusnya bisa terintegrasi sistematis dengan bandara. Potensi ini dapat mendorong wisatawan transit untuk memperpanjang waktu tinggal dan meningkatkan perputaran ekonomi lokal.
Visi Jangka Panjang InJourney Dipertanyakan
Novita mempertanyakan visi jangka panjang InJourney dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat pariwisata global, serupa dengan kesuksesan Singapura dan Abu Dhabi. Kedua negara tersebut berhasil membangun hub pariwisata dengan visi konsisten, lintas sektor, dan terintegrasi selama bertahun-tahun. InJourney diminta untuk memaparkan rencana ambisiusnya.
Indonesia, dengan posisi geografis yang strategis di jalur perdagangan dunia sebagai penghubung Asia-Pasifik dan Asia-Australia, seharusnya bisa lebih unggul. Tanpa visi yang jelas dan terarah, potensi besar ini akan terus terbuang sia-sia. InJourney harus mampu merumuskan strategi komprehensif.
Konektivitas bandara dengan destinasi wisata daerah juga menjadi sorotan. Contohnya di Yogyakarta, masih banyak persoalan integrasi antara bandara, transportasi menuju Borobudur, dan paket wisata UMKM di sekitarnya. Bandara harus menjadi lebih dari sekadar tempat datang dan pergi, melainkan pintu gerbang menuju pengalaman wisata yang menyeluruh.
Baca Juga: Antrean Solar di Pasaman Hilang Usai Razia Tambang Ilegal, Andre Rosiade
Investasi Dan Kolaborasi Untuk Pariwisata Modern
InJourney perlu mengoreksi jenis investasi yang diperlukan, tidak hanya berupa fisik, melainkan juga layanan dan penguatan jaringan kolaborasi global. Bermitra dengan maskapai terkemuka yang sering digunakan wisatawan asing adalah langkah krusial. Kolaborasi ini akan menjadikan Indonesia destinasi utama dan tujuan transit dunia.
Selain itu, investasi teknologi juga mendesak. Belum adanya konsep smart airport dan smart logistic yang serius adalah kelemahan. Negara-negara sukses menjadikan digitalisasi bandara, manajemen logistik, dan integrasi data sebagai keunggulan kompetitif. Tanpa ini, Indonesia akan selalu tertinggal dalam persaingan pariwisata global.
Novita menegaskan bahwa smart airport dan smart logistic bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Tanpa investasi teknologi dan kolaborasi dengan jejaring superhub global, Indonesia akan kesulitan bersaing. InJourney harus proaktif dalam mengembangkan infrastruktur digital untuk mendukung pariwisata modern.
Dorongan DPR Untuk Visi Pariwisata Terintegrasi
DPR RI, sebagai mitra kerja Komisi VIII, akan terus mendorong InJourney untuk meninggalkan pendekatan sektoral yang terpecah-pecah. Penting bagi InJourney untuk membangun visi besar yang terintegrasi, lintas moda, lintas destinasi, dan berorientasi global. Ini adalah kunci untuk mengoptimalkan potensi pariwisata.
Indonesia memiliki modal luar biasa berupa budaya, alam, dan pasar yang besar. Namun, semua potensi ini akan sia-sia tanpa visi jangka panjang yang jelas dan ekosistem yang terhubung. InJourney memiliki peran sentral dalam menyatukan semua elemen ini menjadi satu kesatuan yang kohesif dan menarik.
Diharapkan InJourney dapat segera menindaklanjuti masukan ini dengan rencana aksi konkret. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, serta implementasi strategi yang terintegrasi, Indonesia dapat mewujudkan mimpinya menjadi pusat pariwisata global yang diminati.
Jangan lewatkan update berita seputaran Elit Senayan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari ormawa.stekom.ac.id